Curup, 28 Oktober 2025 — Semangat kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa kembali ditunjukkan oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Curup. Dalam kegiatan The 3rd International Conference on Ushuluddin and Humanities (ICONUSH 2025) yang diselenggarakan oleh UIN Antasari Banjarmasin secara daring, Ibnu Akbar Maliki, M.H., dosen Prodi HKI, tampil sebagai presenter bersama dua mahasiswa bimbingannya, Wahyu Kristianto dan Darmawansa, dari semester lima.

Konferensi internasional yang mengusung tema “Religion and Ecology: Inspiration from the Qur’an, Tradition, and Islamic Civilization” ini menjadi ruang akademik bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk berdialog dan berbagi hasil riset yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan isu-isu kontemporer.
Dalam forum tersebut, Ibnu Akbar Maliki mempresentasikan hasil riset kolaboratif berjudul “Taaruf atau Tontonan? Objektifikasi dan Komodifikasi Perempuan dalam Biro Jodoh Online di Media Sosial.” Penelitian ini mengungkap fenomena ketidakadilan gender dan eksploitasi perempuan dalam praktik taaruf online di platform Instagram, serta menawarkan perspektif etika digital berbasis nilai-nilai Islam sebagai upaya membangun relasi sosial yang lebih humanis dan berkeadilan.
“Kolaborasi riset ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses ilmiah, mulai dari observasi lapangan hingga publikasi akademik. Melalui pengalaman ini, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam konteks sosial nyata,” ujar Ibnu Akbar Maliki, M.H.

Partisipasi dosen dan mahasiswa HKI IAIN Curup dalam konferensi internasional ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian akademik. Selain memperluas jejaring ilmiah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas riset mahasiswa sekaligus mengharumkan nama IAIN Curup di kancah internasional. Konferensi ICONUSH 2025 turut menghadirkan pembicara dari berbagai negara, di antaranya Prof. Madya Dr. Ahmad Asmadi Sakat (Universiti Islam Malaysia) dan Prof. Dr. Normadiah Binti Daud (Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia), serta diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri.




